Sunday, June 3, 2012

Soal Olimpiade Kimia Tingkat Kota


Olimpiade Kimia SMA. Soal dan Pembahasan
                                        
Soal 1.

Suatu senyawa organik (A) teridiri dari karbon, hydrogen dan oksigen. Hasil analisis elementer menunjukkan bahwa bila 4337 mg  senyawa tersebut dibakar sempurna, ternyata senyawa ini menghasilkan 1035 mg CO2 dan 342 mg H2O. Hitunglah persen komposisi unsur dalam senyawa tersebut, dan tentukan rumus empiris senyawa (A).

JAWAB:

% karbon = berat 1035 mg CO2  x  12  x  100                                                                 
                    Berat sampel  4337     44
                 = 65,11
% Hidrogen = berat 342 mg H2O  x  2  x  100                                                  
                       Berat sampel 4337     18
                  = 8,83
% Oksigen = 100-( 65,11 + 8,83)= 26,06                                                          

Persen  empiris  adalah:

Karbon = % berat karbon   =  65,11 = 5,42    atau   5,42/1,63= 3,3 ( 2 )
              Berat atom Karbon       12

Hidrogen= % berat hidrogen  8,83 = 8,83  atau 8,83/1,63 = 5,4 
              Berat atom hidrogen       1

Oksigen= % berat oksigen =  26,06  =1,63  atau  1,63/1,63 = 1,0  
               Berat atom oksigen       16


Perbandingan mol C:H: O = 3,3 : 5,4 : 1,0
=  9,9 : 16,2 : 3,0
= 10   : 16    : 3     (Dibulatkan)                          
Rumus empiris senyawa (A) adalah :   C10H16O3.                                       


Soal 2.                      
Bila kristal padat ammonium bichromat, (NH4)2Cr2O7, dipanaskan maka akan terjadi reaksi penguraian dan menghasilkan chromium (III) oksida yang berwarna hijau, uap air dan gas N2 sesuai reaksi berikut ini:
 (NH4)2Cr2O7 (s) → Cr2O3 (s) + 4 H2(g) + N2 (g)                     ∆Hr= -315 kJ/mol
Reaksi penguraian tersebut  dikenal sebagai reaksi letusan volkano, karena reaksi penguraiannya berpijar memancarkan bunga api. Proses penguraian NH4)2Cr2O(252 g/mol)  mulai terjadi pada temperatur 180 oC dan berlangsung terus dengan sendirinya pada temperatur ~225°C.

  1. Tentukan bilangan oksidasi Cr, H dan N dalam pereaksi (reaktan) dan hasil reaksi (produk).                                                                                
  2. Apakah reaksi tersebut eksoterm atau endoterm ?                          
c.    Apa jenis proses reaksi penguraian tersebut?                                   
Bila anda memanaskan (NH4)2Cr2O sebanyak 15 gram maka:
  1. Berapa banyak (kJ) panas yang dibebaskan dari penguraian 15 g (NH4)2Cr2O tersebut.                                                                         
  2. Berapa volume gas yang dibebaskan dari penguraian 15 g (NH4)2Cr2O pada temperatur 180 oC dan tekanan 1 atmosfir? (tetapan gas universal, R = 0,082 liter.atm/ K.mol; 0 oC = 273 K).                                                       

JAWAB:


  1. Bilangan oksidasi dalam reaktan, (NH4)2Cr2O:
Cr = +6 ; H = +1 ; N = -3                                                       
Bilangan oksidasi dalam Produk:   Cr = +3; H = +1 ; N = 0              

b.   Reaksi eksoterm karena  ∆H<0 (negatif)                                        
c.   Reaksi reduksi-Oksidasi (redoks)

  1. Entalpi reaksi (∆H) penguraian 15 g (NH4)2Cr2O7:
∆H =(15 /252) x  (-315 kJ) = -18,71 kJ
Jadi dibebaskan panas ( Q) sebanyak= 18,71kJ                              

  1. Jumlah mol gas (uap H2O dan gas N2) yang dibebaskan:
 = (4 + 1) (15/252 mol) =   0,298 mol                              
PV= nRT
V = (nRT)/P
= {(0,298 x 0,082 liter.atm/ K.mol x [(180 +273)K)}/1 atm
=    11,07 Liter                                                                 




Soal 3.                      
Bila kristal padat ammonium bichromat, (NH4)2Cr2O7, dipanaskan maka akan terjadi reaksi penguraian dan menghasilkan chromium (III) oksida yang berwarna hijau, uap air dan gas N2 sesuai reaksi berikut ini:
 (NH4)2Cr2O7 (s) → Cr2O3 (s) + 4 H2(g) + N2 (g)                     ∆Hr= -315 kJ/mol
Reaksi penguraian tersebut  dikenal sebagai reaksi letusan volkano, karena reaksi penguraiannya berpijar memancarkan bunga api. Proses penguraian NH4)2Cr2O(252 g/mol)  mulai terjadi pada temperatur 180 oC dan berlangsung terus dengan sendirinya pada temperatur ~225°C.

  1. Tentukan bilangan oksidasi Cr, H dan N dalam pereaksi (reaktan) dan hasil reaksi (produk).                                                                                 
  2. Apakah reaksi tersebut eksoterm atau endoterm ?                          
h.    Apa jenis proses reaksi penguraian tersebut?                                   
Bila anda memanaskan (NH4)2Cr2O sebanyak 15 gram maka:
  1. Berapa banyak (kJ) panas yang dibebaskan dari penguraian 15 g (NH4)2Cr2O tersebut.                                                                         
  2. Berapa volume gas yang dibebaskan dari penguraian 15 g (NH4)2Cr2O pada temperatur 180 oC dan tekanan 1 atmosfir? (tetapan gas universal, R = 0,082 liter.atm/ K.mol; 0 oC = 273 K).                                                       

JAWAB:


  1. Bilangan oksidasi dalam reaktan, (NH4)2Cr2O:
Cr = +6 ; H = +1 ; N = -3                                                       
Bilangan oksidasi dalam Produk:   Cr = +3; H = +1 ; N = 0              

g.   Reaksi eksoterm karena  ∆H<0 (negatif)                                        
h.   Reaksi reduksi-Oksidasi (redoks)

  1. Entalpi reaksi (∆H) penguraian 15 g (NH4)2Cr2O7:
∆H =(15 /252) x  (-315 kJ) = -18,71 kJ
Jadi dibebaskan panas ( Q) sebanyak= 18,71kJ                              

  1. Jumlah mol gas (uap H2O dan gas N2) yang dibebaskan:
 = (4 + 1) (15/252 mol) =   0,298 mol                              
PV= nRT
V = (nRT)/P
= {(0,298 x 0,082 liter.atm/ K.mol x [(180 +273)K)}/1 atm
=    11,07 Liter                                                                 


Soal 4.           

Garam rangkap adalah garam yang dalam kissi kristalnya mengandung dua kation yang berbeda dengan proporsi tertentu. Garam rangkap biasanya lebih mudah membentuk kristal besar dibandingkan dengan garam garam  tunggal penyusunnya. Contoh kristal garam rangkap adalah garam Mohr, ammonum besi(II) sulfat, (NH4)2(Fe)(SO4)2·6H2O, Ammonium cobalt(II) sulfat, (NH4)2Co(SO4)2.6H2O, dan ammonium nickel sulfat, (NH4)2Ni2(SO4)4.6H2O.
Ketiga garam rangkap tersebut dilarutkan dalam air dan dibuat larutan yang konsentrasinya masing masing 0,1M,  maka:
a.    Tuliskanlah reaksi ionisasinya dalam air                                           
b.    Manakah larutan yang daya hantar listriknya paling besar? Jelaskan mengapa.   (anggaplah tidak terjadi hidrolisis)                                
c.    Menurut anda, bagaimana pH larutan (NH4)2(Fe)(SO4)2? Asam atau Basa? Jelaskan pendapat anda.                                                                
Bila sebanyak  1 mL larutan garam    (NH4)2Ni2(SO4)3 yang konsntrasinya 0,1 M tersebut ditambahkan kedalam  1 liter larutan BaCl2 0,1 M maka:
d.    Apakah terjadi pembentukan endapan  BaSO4  (anggap volume larutan tidak berubah).  Diketahui Ksp BaSO4= 1,1 x 10-10.                          

JAWAB:
a.    (NH4)2(Fe)(SO4)2·6H2O(s) + H2O(l) (NH4)2(Fe)(SO4)2 (aq)
(NH4)2(Fe)(SO4)2 (aq)   2NH4+ (aq)+ Fe2+(aq) + 2 SO4= (aq)  
 (NH4)2Co(SO4)2.6H2O(s) + H2O(l) (NH4)2Co(SO4)2 (aq)
 (NH4)2Co(SO4)2 (aq) → 2 NH4+ (aq)+ Co2+ (aq)+ 2 SO4= (aq)    
(NH4)2Ni2(SO4)4.6H2O(s) + H2O(l) (NH4)2Ni2(SO4)4 (aq) 
(NH4)2Ni2(SO4)4 (aq) 2NH4+ (aq)+ 2Ni3+(aq) + 4 SO4= (aq)       

b.    Daya hantar paling besar: adalah larutan (NH4)2Ni2(SO4)4:
 (NH4)2Ni2(SO4)4 (aq) 2NH4+ (aq)+ 2Ni3+(aq) + 4 SO4= (aq)
 Karena mengandung jumlah ion yang paling banyak/ besar
c.    pH larutan (NH4)2(Fe)(SO4)2 bersifat asam karena hidrolisis ion NH4dan Fe2+
 Reaksi:     NH4+ + H2D NH4OH + H+                                                                 
Fe2+ + H2D Fe(OH)2 + 2H+                                               
d. [SO4=] = (1 x 4 x 0,1)/1000 = 0,0004 M          
Ksp BaSO4= 1,1 x 10-10
Didalam larutan: Q= [Ba2+][SO4=] = (0,1) (0,0004)= 4 x10-5 >Ksp
Sehingga: BaSOakan mengendap                   






Monday, January 23, 2012

Water and Buffer

The most abundant substance in living systems.
Makes up 70% or more of the weight of most organisms.
Living organisms depend on water for their existence.
Physical & chemical properties of water make it fit to support life:
High boiling point  water remains liquid in most seasons.
Ice less dense than water  floats on liquid water and water freezes from top to bottom. So a good insulator: a frozen layer of ice serves as a blanket that protects creatures below.
Ubiquitous solvent in cells.
Excellent solvent of polar and ionic substances.
Medium where most cell’s metabolic reactions take place.
Ionization of water and its acid-base reactions important for the functions of proteins and nucleic acids.
The Shapes of proteins and nucleic acids and structure of biological membranes are consequence of their interaction with water.

Water has a simple structure.
Oxygen has 6 electrons in the outer shell: 1s2, 2s2, 2p4.
Sp3 hybridization  H—O—H bond angle is 104.5.
The net charge of water molecule is zero. But O—H bond is polar because O is more electronegative than H. Sharing of electrons between H and O is unequal.
The charge on O = -0.82 and on H = +0.41. This charge separation produces permanent dipoles.